"Menikahlah maka engkau akan jadi kaya"
Itulah salah satu kata-kata mutiara yang
menjadi rangkaian indah pernikahan sese-
orang . . .
Sayangnya, seringkali justru banyak orang
yang tidak mengerti makna kekayaan dalam
kata-kata mutiara tersebut sehingga malah
menyangsikan kebenaran kata-kata tsb . . .
Sebagai contoh, salah seorang senior saya,
usia 4-5 tahun di atas saya, status sudah
menikah dan mempunyai seorang anak sering
mengeluh bahwa kehidupannya sekarang makin
sulit, masalah anak, masalah krismon, dan
dia sering berharap kapan dia bisa bertam-
bah hartanya setelah menikah . . . karena
yang terjadi justru keuangan pribadinya
terganggu seiring dengan banyaknya problem
dalam rumah tangga . . .
Mendengar keluhan itu saya hanya tersenyum
simpul, he he ternyata pengalaman dan seni
oritas memang bukan jaminan bahwa seseorang
akan kompeten dalam ilmu pernikahan . . .
Menurut analisa saya, berdasarkan studi
dari kasus pernikahan nasional dan interna-
sional . . . makna "KAYA" dalam menikah
bukanlah "Kekayaan Yang Bertambah" . . .
Bukan penghasilan dari Rp 1 Juta menjai
Rp 2 Juta dst bukan seperti itu . . .
Kalau berpikir seperti itu sebagaimana di-
contohkan orang yang mengeluh tadi, maaf
saja, itu adalah pikiran yang sangat dang-
kal dan tidak memahami makna kaya dalam
hidup ini . . . lucunya, hal seperti itu
diucapkan oleh orang yang senior dan ber-
pengalaman . . . he he he
Kekayaan dalam konteks kalimat di atas
adalah kaya dalam hidup, misalnya:
1) Pengalaman kesulitan berkonflik dalam
rumah tangga
2) Pengalaman kesulitan mengasuh anak
3) Pengalaman menghadapi tantangan visi
rumah tangga
4) Indahnya menghadapi krisis bersama
dst dst yang mana akan menempa diri menja
di pribadi yang tangguh dalam menghadapi
dinamika kehidupan . . .
Jadi tidak sekedear hidup enak, kalau se-
kedar hidup enak mah . . . anak kecil dan
balita juga bisa . . .
Kedewasaan seseorang akan ditentukan pada
saat kemampuan dia menghadapi masalah da-
lam rumah tangga . . .
Hal ini yang seharusnya dicamkan baik-baik
oleh para mempelai ketika menjalani perni-
kahan sehingga akan menjadi pribadi yang
tangguh dalam menjalani kehidupan . . .
Kaya seperti itulah yang dimaksud
Bukan kaya seperti yang diajarkan dalam
mata kuliah Ekonomi di FEUI . . . yang
kaya selalu dikaitkan dengan uang . . .
(Jks)
Selasa, 18 Agustus 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar